Gudeg Manggar Kuliner Legendaris Yogyakarta

Gudeg Manggar Yogya adalah salah satu kuliner yang legendaris di kota pendidikan dan budaya ini. Biasanya gudeg yang  kita santap bahan utamanya berasal dari gori atau buah nangga muda, sedangkan gudeg manggar ini dibuat dari bunga pohon kelapa yang masih muda yang dikenal dengan nama manggar.

Gudeg ManggarGudeg Manggar ini oleh Bondan Winarno ditahbiskan masuk dalam buku “100 Makanan Tradisional Indonesia Maknyus ala Pak Bondan sebagai kuliner yang mewakili Yogyakarta. Keistimewaan gudeg manggar juga diakui oleh pakar kecantikan tradisional Indonesia, Mooryati Sudibyo. Tokoh yang juga kerabat kraton Yogyakarta ini mengatakan menu masakan gudeg manggar bisa menimbulkan kecantikan luar dan dalam. Wajah si penyantap akan bercahaya dan klimis dalam bahasa Jawanya. Mooryati saat ini rajin mempromosikan gudeg Manggar ke seluruh dunia.

Sejarah Gudeg Manggar

Gudeg dari bahan manggar sudah dikena masyarakat sejak 500 tahun lalu. Sejarahnya  bermula dari racikan Puteri Pembayun yang merupakan putri Panembahan Senopati, pendiri sekaligus sultan Mataram Islam pertama. Puteri Pembayun dinikahkan dengan Ki AGeng Mangir oleh ayahandanya sebagai strategi ‘penaklukan’ Perdikan Mangir yang saat itu selalu berseberangan dengan Mataram yang baru berdiri.

Puteri Pembayun memiliki ide untuk menciptakan gudeg dengan bahan dari bunga kelapa yang masih muda setelah melihat banyaknya pohon kelapa yang tumbuh di daerah Mangir. Mulanya gudeg manggar hanya bisa ditemui di daerah Mangir saja. Seiring berjalannya waktu, gudeg befbahan manggar ini kemudian menyebar ke seluruh daerah Bantul dan menjadi suguhan sehari-hari masyarakat Bantul.

Gudeg dari manggar ini  mulanya disajikan hanya dalam acara-acara tertentu seperti perayaan hari raya agama, pesta keluarga dan acara khusus lainnya. Tapi saat ini bisa disantap pada hari-hari biasa. Pernah terjadi saat musim paceklik di zaman penjajahan, gudeg manggar menjadi makanan penyelamat masyarakat Bantul.

BACA  12 Kuliner Populer Saat Perayaan Imlek

Tempat Makan Gudeg Manggar

Gudeg yang menggunakan manggar dan memilikiti cita rasa yang nyaman dilidah hanya ditemukan di yogya. Inilah beberapa warung yang menjual gudeg manggar di daerah Bantul, yaitu: Gudeg Bu Jamilan, Srandakan, Bantul; Gudeg Bu Tinur, Kasihan, Bantul; Gudeg Bu Seneng, Mangiran, Bantul; Gudeg Pawon, Jalan Parangtritis Km 11,5, Bantul.

Gudeg  Bu Dullah

Bu Dullah bisa jadi adalah salah satu orang yang mulai menggiatkan lagi gudeg manggar sebagai kuliner bagi siapa saja dan pantang untuk ditelan oleh modernitas zaman. Untuk menemukan Warung Gudeg Bu Dullah di daerah Serayu-Bantul tidaklah mudah karena berupa rumah biasa.

Gudeg Manggar ala  Bu Dullah adalah favorit Pak Bondan, Pakar Kuliner Indonesia. Ternyata bukan hanya pak Bondam, orang-orang dari kraton sangat suka dengan gudeg manggar. “Biasanya kami melayani pesanan kraton. Atau rombongan kraton biasanya langsung datang ke sini. Biasanya kalau datang bisa seratusan orang” ungkap Bu Dullah tetap tampil sederhana meski telah menjadi langganan keraton.

Gudeg  Bu Tinur

Gudeg  Bu Tinur berlokasi di Kasihan, Bangunjiwo, Bantul. Rumah makan yang dikelola Bu Tinur ini menyediakan gudeg manggar dengan berbagai macam lauk seperti pada umumnya yaitu bacem tempe, tahu, telur, ayam, peyek, dan sambel krecek. Buka dari pukul 8.00-20.30. Gudeg Bu Tinur bisa didapatkan dengan harga sekitar Rp. 30.000. Gudeg dari bahan Manggar ini memang lebih mahal dari gudeg biasa karena memang tidak mudah untuk mencari bahan baku utamanya yaitu manggar.

Gudeg Bu Jumilan

Tempat makan ini berlokasi disamping bank BPD Mangiran, Srandakan, Bantul. Harganya menunya bervariasi dimulai dari Rp. 8000 hingga Rp. 250.000. Harga termahal adalah untuk kemasan paling besar, gudeg kendil yang sering dijadikan oleh-oleh.

BACA  1001 Makanan Khas Jogja Legendaris, Eksotis dan Harus Dicoba

Gudeg Bu JUmilan ini karena sering dikunjungi para artis ibukota yang ingin menyantap gudeg atau membawanya sebagai oleh-oleh dari yogya.

Gudeg Bu Seneng

Gudeg  Bu Seneng telah dibuka sejak tahun 1980an, ciri khasnya adalah cita rasanya yang orisinil dengan menu pendamping befbahan rebung. Berlokasi di Dusun Mangiran, Bantul, warung sederhana Bu Seneng buka dari pukul 6 pagi hingga jam 12 siang. Gudeg Bu Seneng juga menyediakan gudeg dari manggar dalam kemasan kendil agar awet dan bisa dijadikan oleh-oleh dari jogja.

Gudeg Pawon

Gudeg Pawon ini berlokasi di Jalan Parangtritis KM 11,5. Tempat makan ini hanya buka menjelang tengah malam hingga dini hari. Tidak hanya gudeg berbahan manggar, menu lainnya yang dapat memanjakan lidah Anda seperti bothok, nasi goring, mangut, dan wedang uwuh juga disediakan langsung dari pawon atau dapur sebagai tempat memasak sekaligus menjadi tempat melayani pembeli.

Berlibur di Yogyakarta tanpa mencoba gudeg manggar yang legendaris ini rasanya kurang lengkap. Selamat berlibur dan berwisata kuliner di kota tradisi, kota pendidikan dan kota budaya ini.

It's only fair to share...Share on Facebook
Facebook
13Tweet about this on Twitter
Twitter
Share on LinkedIn
Linkedin
Komentar Anda